Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat

AQUA Berkomitmen Dukung Keberlanjutan Koperasi Lestari Mandiri Demi Penguatan UMKM


published on February 24, 2017

Masyarakat di Kecamatan Cicurug banyak yang bermata pencarian sebagai pembuat kue kering, pengrajin mebel, pedagang  bunga, pedagang klontong maupun peternak ikan dan ayam. Mereka termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah menggerakkan perekonomian Kecamatan Cicurug  serta menyerap tenaga kerja sektor informal.

Peran UMKM sebagai penggerak ekonomi dan penyerap tenaga kerja telah diakui secara nasional. Pada tahun 2012, terdapat 56.534.592  pelaku UMKM di seluruh Indonesia yang  mampu menyerap 107 juta orang termasuk tenaga kerja tidak terdidik serta terampil.  Meski terus berkembang, UMKM menghadapi permasalahan seperti pemodalan, pengemasan dan pemasaran produk, perizinan merek  dan legalitas halal. Para pelaku UMKM di Kecamatan Cicurug juga menghadapi permasalahan yang sama. Padahal, UMKM dapat memainkan peran penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

AQUA selalu berupaya untuk  mendorong kemandirian masyarakat di sekitar pabriknya. Karenanya di Cicurug, didukung oleh pemerintah kecamatan dan Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa (MM-DD), kami melakukan penguatan UMKM dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan. Caranya dengan melakukan penguatan kapasitas dan kelembagaan serta pendampingan secara intensif. Peningkatan kapasitas diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para pelaku UMKM terutama dalam peningkatan kualitas produk, manajemen usaha serta pemasaran. Sementara keberadaan kelembagaan diharapkan dapat berperan dalam penguatan aspek permodalan serta berfungsi sebagai lembaga intermediasi antara pelaku usaha dan sumber-sumber permodalan, baik lembaga keuangan, pemerintah maupun pihak swasta.

Kami dan para pemangku kepentingan  percaya bahwa kelembagaan lokal yang ideal untuk mendukung penguatan permodalan UMKM adalah koperasi. Lembaga ini tidak hanya memiliki peran startegis dalam penyediaan modal usaha, tetapi juga dapat  mendukung aspek peningkatan kapasitas dan pengetahuan anggotanya. Pembentukannya yang partisipatif juga mendorong rasa kepemilikan, sehingga bisa mendukung keberlanjutannya.

Langkah awal menuju pembentukan koperasi adalah dibentuknya Forum UMKM pada Bulan April 2015.  Forum ini bertujuan menyatukan para pelaku UMKM dalam satu wadah agar mereka bisa menghadapi tantangan usaha secara bersama.  Untuk mendukung tujuan tersebut, para anggotanya mendapatkan  pelatihan  peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan kemasan produk, manajemen pemasaran dan keuangan. Selain itu dalam rangka mempersiapkan pembentukan koperasi, kami memfasilitasi para fasilitator MM-DD memberikan pelatihan manajemen organisasi, pelatihan manajemen keuangan koperasi, dan pelatihan aplikasi akuntasi simpan pinjam koperasi. Lebih lanjut, para pengurus forum juga didampingi untuk membuat susunan kepengurusan, membuat AD/ART organisasi, hingga pembuatan logo dan legalitas pembuatan koperasi. Proses pendampingan dilakukan dengan cara berdiskusi untuk mendorong para anggota menemukan cara terbaik menjawab tantangan yang sedang dihadapi.

Pada 26 Februari 2016, proses pendampingan menghasilkan terbentuknya sebuah koperasi serba usaha yang diberi nama Koperasi Lestari Mandiri.  Koperasi ini mempunyai dua tujuan. Yang pertama adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota melalui aktivitas usaha dan pembinaan anggota menjadi kader koperasi yang kompeten dan profesional. Sementara yang kedua ikut serta dalam membangun  gerakan koperasi dalam tataran perekonomian nasional untuk mewujudkan demokratis ekonomi kerakyatan.

Dalam upayanya mencapai tujuan, koperasi mengumpulkan modal usaha dari simpanan pokok dan wajib para anggotanya yang berjumlah 41 orang, serta dana hibah dari kami. Dengan modal ini, koperasi memberikan pinjaman kepada anggotanya. Untuk menghindari kredit macet, pengurus melakukan survey dan penyeleksian secara ketat, termasuk dengan mendatangi para peminjam secara langsung. Oleh karena itu, pada tahap awal hanya 20 anggota saja yang mendapatkan pinjaman dengan nominal antara Rp 1.500.000-2.000.000. Kemudian pada paruh kedua 2016, jumlah anggota koperasi bertambah menjadi 56 orang, yang juga mendorong adanya tambahan permintaan pinjaman. Ada 14 pinjaman baru yang kemudian disetujui oleh pengurus.  Menurut Suparman SE, ketua koperasi, pelaku UMKM bersedia bergabung menjadi anggota koperasi karena merasa sangat terbantu untuk pembiayaan modal usaha. Selain itu, biaya keanggotannya juga relatif murah hanya Rp 50.000 untuk simpanan pokok dan Rp 15.000/bulan untuk simpanan wajib.  “Ditambah lagi nanti mereka juga yang akan menikmati hasilnya melalui pembagian sisa hasil usaha (SHU)” Kata Suparman.

Penambahan jumlah anggota juga merupakan hasil upaya dari pengurus koperasi untuk menarik para pedagang asongan menjadi anggota koperasi. Upaya itu dilakukan tidak saja untuk kepentingan penambahan anggota, tetapi juga bagian dari upaya pengurus memecahkan permasalahan pemasaran produk UMKM hasil anggotanya. “Mereka juga bisa menjadi ujung tombak marketing hasil produksi UMKM,” ujar Sholehudin dari Yayasan Karya Mandiri Dompet Dhuafa. Dan strategi ini mulai dirasakan manfaatnya oleh anggota koperasi. Anwar, petani Bunga Krisan, merasa terbantu dengan dilibatkannya pedagang asongan dalam penjualalan produk UMKM, “ Alhamdulilah, itu sangat membantu usaha saya,” ujarnya.  

Langkah tersebut mengukuhkan  peran penting Koperasi Lestari Mandiri terhadap perkembangan UMKM di Kecamatan Cicurug. Oleh karena itu, kami dari AQUA Grup berkomitmen untuk mendampingi koperasi hingga berdaya yang ditargetkan terjadi pada tahun 2017. Hal itu dilakukan dengan menyediakan sumber daya untuk pelatihan peningkatan kapasitas pengurus, perbaikan tata kelola keuangan dan permodalan.

Kami menyadari bahwa komitmen tersebut tidak serta merta menjamin keberlanjutan koperasi. Diperlukan komitmen dan kerja sama para pemangku kepentingan di Kecamatan Cicurug untuk mendukung keberlanjutan koperasi.  “Koperasi ini dapat terwujud berkat sinergi antara Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kec. Cicurug, Diskoperindag, Perusahaan AQUA dan Karya Masyarakat Mandiri Dompet Duafa serta masyarakat,” ujar Triadi Lesmono, Kepala Pabrik Mekarsari AQUA Grup, “Kerja sama serupa juga diperlukan untuk menjaga keberlangsungannya,” tambahnya.