Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Gerakan Mengelola Sampah melalui Dongeng Boneka


published on April 08, 2016

"Siapa yang mau mendengar dongeng?" teriak pendongeng boneka Kak Sidik kepada puluhan murid-murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jatinegara 08 Pagi yang sudah duduk beralaskan terpal, Selasa, 26 April 2012 Serentak para murid itu menjawab "Mau!"

"Siap mendengar dongeng Kak Sidik dan Kak Roni?" kata Sidik Budianto yang akrab dipanggil Kak Sidik oleh anak-anak. Kedua pendongeng itu pun memulai dongeng boneka tentang dua orang sahabat, Susi dan Gogon, yang belajar memilah sampah dengan benar bersama tokoh Pak Soleh dan Pak Budi.

Kegiatan dongeng boneka merupakan kampanye Gerakan Mengelola Sampah (GEMAS) sebagai bentuk kerjasama Danone-AQUA, Indonesia Business League, dan Perum LKBN Antara.

Pesan memilah sampah yang disampaikan dalam format cerita boneka bertujuan mendidik generasi muda bahwa membuang sampah sembarangan dapat membahayakan orang lain, serta menginformasikan arti penting pemilahan sampah, organik dan anorganik, kepada anak-anak agar mereka tidak sembarangan membuang sampah.

Mereka juga dibimbing untuk selalu berpikir dan berupaya mendaur ulang sampah, seperti yang diungkapkan oleh Areta Taustina Safa, siswi kelas 5 SDN Jatinegara 08 Pagi, “Aku diminta membuat tempat pensil dari botol plastik"  

Penyampaian pesan lingkungan dengan kemasan dongeng boneka lebih mudah ditangkap anak-anak karena diselingi canda-gurau.