Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Kebun Raya Mini di Babakan Pari


published on April 13, 2016

Keanekaragaman hayati, bagi AQUA Grup, tidak hanya sekadar pelestarian tanaman dan hewan langka, tetapi juga tempat pembelajaran masyarakat akan lingkungan hidup. Adalah sebuah kebun raya mini yang terletak di belakang Pabrik Babakan Pari, Sukabumi, Jawa Barat, menarik minat masyarakat desa sekitar untuk melakukan konservasi tanaman langka yang menghasilkan pangan dan energi sehingga memiliki nilai ekonomis.

Sejak awal, yaitu pada 2013, AQUA Grup merancang kebun raya mini dengan luas 4,5 hektar dengan konsep konservasi sumber daya genetic ex-situ (pelestarian yang dilakukan di luar habitat aslinya). Aktivitas ini dikembangkan bekerja sama dengan dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi (Puskonser) Kabupaten Bogor dan 32 warga sekitar.

Sesuai harapan, warga pun turut terlibat aktif dalam pengelolaan kebun raya mini ini. Bahkan untuk meningkatkan pengetahuan konservasi, warga juga mendapatkan pelatihan dari Puskonser dengan difasilitasi AQUA Grup. Selain warga, Puskonser juga memberikan pelatihan konservasi dan budi daya tanaman ini kepada karyawan AQUA Grup. Di kebun raya mini, diterapkan sistem tumpang sari yang memungkinkan warga masih tetap dapat bercocok tanam sayuran dan palawija di sela-sela tanaman konservasi.

Salah seorang petani, Agus, yang turut terlibat dalam pengelolaan kebun raya mini tersebut, menceritakan bahwa ia telah terlibat dalam aktivitas ini sejak 2010. Agus bersama teman-teman petani lainnya ikut menanam pohon kayu sebagai tanaman utama. Mereka diminta merawat pohon konservasi, sedangkan hasil panen tanaman palawija dan sayuran menjadi milik mereka. Kini, di kebun raya mini itu terdapat tak kurang 37 jenis pohon langka yang telah ditanam dan dirawat, antara lain pohon gaharu, kidahu, bungur,dan jamblang. Hingga Desember 2014, total pohon yang telah ditanam dan tumbuh di kebun raya mini mencapai 895 batang pohon.