Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Kelompok Kucai Jaya Sukses Pasarkan Opak


published on February 27, 2017

Pabrik AQUA Wonosobo bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) untuk melakukan pendampingan kelompok dalam menjalankan usaha. Program ini merupakan bentuk dedikasi Pabrik AQUA Wonosobo dalam menyebarkan manfaat bagi masyarakat khususnya di bidang UMKM. Kelompok yang didampingi, yaitu Kucai Jaya, merupakan produsen opak singkong yang berada di Wonosobo. Opak singkong memang sudah lama menjadi salah satu oleh-oleh khas Kabupaten Wonosobo.

Kelompok Kucai Jaya terbentuk pada 2011 atas inisiatif anggota masyarakat untuk memajukan ekonomi bersama. Namun setelah satu tahun kelompok Kucai Jaya didirikan, anggota kelompok masih belum merasakan manfaat yang berarti. Pada 2012, Pabrik AQUA Wonosobo melalui LPTP memberikan berbagai macam pengetahuan dan keterampilan yang dapat berguna bagi kemajuan Kelompok Kucai Jaya.

Manfaat kemitraan Kelompok Kucai Jaya dengan LPTP – Pabrik AQUA Wonosobo dirasakan oleh Romadlon, atau Pak Ndon, salah seorang anggota Kelompok Kucai Jaya. Menurut Pak Ndon, kemitraan ini berperan dalam meningkatkan kondisi perekonomian keluarga, yang kini telah berhasil membangun sebuah rumah untuk istri dan anaknya melalui hasil berjualan opak singkong.

Pada awalnya dia cukup pesimis dengan kehadiran LPTP – Pabrik AQUA Wonosobo. Namun seiring berjalannya waktu, dia dan anggota Kelompok Kucai Jaya lainnya pun mulai merasakan beberapa manfaat yang ditandai dengan kemajuan yang diraih oleh kelompok tersebut dalam memproduksi dan mendistribusikan opak. Pendampingan LPTP – Pabrik AQUA Wonosobo berhasil mengarahkan Kelompok Kucai Jaya ke arah yang lebih baik.

Langkah pertama yang dilakukan oleh LPTP – Pabrik AQUA Wonosobo adalah melakukan pendampingan terhadap Kelompok Kucai Jaya untuk dapat mengurus P-IRT (Perizinan Industri Rumah Tangga) melalui kerja sama dengan pemangku kepentingan setempat. LPTP – Pabrik AQUA Wonosobo memulai dari aspek paling sederhana yaitu pengenalan kemasan hingga sistem manajerial usaha dan keuangan. Kelompok Kucai Jaya yang semula tidak pernah melakukan pencatatan terhadap usaha mereka pun mulai berbenah dan mengatur berjalannya kelompok dengan lebih baik. LPTP – Pabrik AQUA Wonosobo selalu berinovasi untuk dapat mendorong Kelompok Kucai Jaya meraih kemajuan bersama. Pabrik AQUA Wonosobo mengajak Kelompok Kucai Jaya memikirkan beberapa langkah ke depan agar opak singkong lebih dihargai di pasaran.

LPTP – Pabrik AQUA Wonosobo juga memfasilitasi untuk mendapatkan beberapa syarat kelayakan produk untuk dipasarkan secara luas. Salah satunya adalah uji laboratorium di Fakultas Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta terkait kandungan gizi dari opak singkong yang diproduksi oleh Kelompok Kucai Jaya. Dinas UMKM pun berperan penting dalam keberhasilan Kelompok Kucai Jaya melalui bantuan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pembuatan barcode produk yang memudahkan Kelompok Kucai Jaya untuk memasarkan produk ke toko modern.

Opak singkong yang pada awalnya dijual curah ke pasar pun mulai dijual dalam bentuk kemasan 200gr perbungkus. Produk opak singkong Kelompok Kucai Jaya mulai dikenal secara luas. Penjualan opak singkong dilakukan di pasar, toko oleh-oleh, hingga toko modern. Lebih dari 60 toko modern di Wonosobo telah berhasil menjalin kerja sama dengan Kelompok Kucai Jaya. Keberhasilan ini merupakan buah manis dari pendampingan LPTP – Pabrik AQUA Wonosobo dan juga kemauan Kelompok Kucai Jaya untuk terus belajar dan berkembang.

Banyaknya permintaan opak singkong pun semakin memacu semangat Kelompok Kucai Jaya untuk melakukan inovasi dan berbenah menyesuaikan dengan permintaan pasar. Kelompok Kucai Jaya mulai mengusahakan permintaan atas opak yang sudah matang tanpa harus digoreng terlebih dahulu. Namun kemudian muncul permasalahan baru yaitu kondisi opak matang yang cenderung berminyak sehingga menuai protes dari pelanggan. LPTP – Pabrik AQUA Wonosobo kemudian memfasilitasi Kucai Jaya dengan alat spinner untuk mengurangi kandungan minyak.

Kelompok Kucai Jaya akhirnya mulai dikenal dan diakui oleh berbagai instansi terkait atas berbagai upaya dan inovasi yang mereka lakukan dalam memproduksi dan mendistribusikan opak singkong. Mereka juga seringkali dilibatkan oleh dinas UMKM untuk pelatihan, pameran, maupun kunjungan. Seringkali pula kelompok ini menerima mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi ternama seperti UIN Semarang, UNSOED Purwokerto, dan UNSIQ Wonosobo.

Berbagai kesulitan dan tantangan tentunya masih dihadapi oleh Kelompok Kucai Jaya seperti permasalahan bahan baku, peralatan, dan kendaraan untuk mengangkut barang. Namun berbagai rencana telah disiapkan oleh Pak Ndon dan rekan-rekannya untuk meraih keberhasilan kelompok. Berbagai permasalahan yang ada bukanlah sebuah masalah yang berarti ketika kelompok hendak meraih kemajuan bersama. Pendampingan yang dilakukan oleh Pabrik AQUA Wonosobo bersama LPTP sudah mempersiapkan Kelompok Kucai Jaya untuk menghadapi berbagai macam situasi yang mungkin terjadi.