Praktik Perusahaan Ramah Lingkungan

Menghalau Sampah dengan Mangrove


published on March 27, 2017

AQUA dan Pemangku Kepentingan Mengembangkan Mangrove Park Bahowo sebagai Solusi Menanggulangi Sampah Laut.

Pabrik AQUA Airmadidi bekerja sama dengan Manengkel, Balai Taman Nasional, Pemkot Manado, AJI, Konsorsium Mitra Bahari, Kelompok Tunas Baru, serta pemerintah provinsi,  mengembangkan Mangrove Park seluas 1,5 hektar di Kawasan Konservasi Pesisir Pantai Bahowo, Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken. Tujuan dari program ini adalah untuk mengembangkan model pengelolaan konservasi mangrove dan memperkuat daerah penyangga Taman Nasional Bunaken melalui prinsip pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.

Mangrove adalah tanaman yang pada umumnya terletak di perairan sekitar garis pantai dan memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan. Tanaman mangrove  telah lama dianggap sebagai benteng untuk menangkal abrasi. Tanaman ini juga menjadi tempat berlindung, bertelur dan berkembang biak bagi ikan. Batang mangrove juga dapat  memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat. Selain itu mangrove juga dapat berfungsi sebagai pelindung pantai dan pengendali banjir serta menjaga produktivitas sumber daya hayati di perairan. Fungsi yang tak kalah pentingnya dari tanaman ini adalah sebagai benteng alami dan filter bagi sampah serta racun agar tidak hanyut dan merusak laut.

Fungsi tanaman mangrove sebagai penghalang sampah dan racun tersebut menjadi penting bagi Mangrove Park Bahowo karena permasalahan sampah di wilayah tersebut sangatlah serius terutama di wilayah wisata laut. Setiap hari, Manado menghasilkan 400 ton sampah dan hanya 80% dari jumlah tersebut terangkut hingga tempat pembuangan akhir sementara 20% sisanya tertinggal di ruang terbuka dan berpotensi untuk terbuang ke laut. Julises Oehlers selaku Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Manado mengatakan bahwa Bank Dunia menyebut Kota Manado berada di urutan ke-2 sebagai penyumbang terbesar sampah plastik ke laut di dunia. Penuturan tersebut disampaikan Julises dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Manajemen Pengelolaan Sampah dan Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat di Manado.

Keberadaan Mangrove Park Bahowo dapat membantu mencegah sampah plastik terbuang ke laut.  Hal tersebut dikarenakan sampah plastik yang terbawa ombak dari laut maupun arus balik dari pantai akan tersaring di akar pohon mangrove. Warga di wilayah Pesisir Bahowo juga berperan penting dalam menghalau sampah plastik tersebar ke laut dengan mengumpulkan dan menimbun sampah yang tersaring oleh pohon mangrove. Sementara sebagian sampah digunakan sebagai benteng penghalang ombak, bagian lainnya didaur ulang oleh warga sebagai bahan kerajinan. Khusus sampah botol plastik, fasilitator dari Mangengkel mengajarkan anggota Kelompok Tunas Baru untuk memanfaatkannya sebagai bahan pembuatan vertikultur.

Program Mangrove Park Bahowo juga nantinya akan menjalankan kegiatan pengelolaan sampah. “Nantinya akan diadakan pelatihan untuk masyarakat setempat terkait pengelolaan sampah agar sampah menghasilkan nilai yang bermanfaat,” ujar Verico Ngangi selaku koordinator Corporate Social Responsibility (CSR) AQUA.